Tag Archives: poker indonesia

Ada ruang simulasi mengemudi di UII

(Antara)-Prihatin dengan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, akibat kesalahan manusia, Universitas Islam Indonesia, UII Yogyakarta, membuat ruang driving simulator di komplek laboratorium teknologi industri. Ruang itu, digunakan para dosen di kampus tersebut, untuk meneliti perilaku pengemudi, tanpa risiko kecelakaan, seperti jika harus dipraktekkan langsung di jalanan.

Becak Listrik UGM, upaya memuliakan tukang becak

(Antara)-Becak masih menjadi kendaraan yang dipilih oleh sebagian masyarakat. Namun, kini becak harus bersaing dengan berbagai jenis moda transportasi lain, yang menyebabkan pengayuh becak harus kuat dan bertahan, agar bisa bersaing. Kondisi ini mendorong fakultas teknik Universitas Gajah Mada, melakukan konversi becak dengan penggerak listrik.

UII Yogyakarta kembangkan listrik Hydrogen Fuel Cell

(Antara)-Universitas Islam Indonesia, UII Yogyakarta, mengembangkan pembangkit listrik hydrogen fuel cell. Sumber energi alternatif ini mampu menghasilkan listrik dua setengah kilowatt untuk menyuplai listrik di Gedung Fakultas Teknologi Industri dan sejumlah menara seluler.

Jejak DNA penyebaran leluhur manusia

Jakarta  (ANTARA News) – Makhluk berdiri tegak telah hidup dan menyebar di bumi lebih dari sejuta tahun lalu, mereka berjalan bungkuk dengan rahang bawah yang besar dan tonjolan tulang alis mata membentuk wajah seperti kera.

Para evolusionis abad 19 menyebut mereka merupakan nenek moyang manusia yang saat ini menguasai bumi. Hasil rekonstruksi dan perbandingan anatomi fosil tulang-belulang yang ditemukan di sejumlah lokasi di  Eropa, Asia dan Afrika dijadikan dasar dari asumsi ini.

Misalnya sebagian tempurung tengkorak, gigi dan tulang paha atas yang ditemukan Eugene Dubois di Trinil, Ngawi pada 1890 dan dinamakan Pithecanthropus Erectus.

Sisa fosil dari zaman pleistosen tengah yang usianya diperkirakan sekitar 1,5 juta tahun itu menambah koleksi fosil manusia purba hasil perburuan para paleontolog evolusionis dalam mengungkap missing link yang mengaitkan garis keluarga kera ke homo sapiens, manusia modern yang hidup sekarang ini. 

Namun hampir 1,5 abad berlalu, temuan spesimen fosil dari berbagai lokasi tersebut masih juga belum mampu menjelaskan asumsi-asumsi teori evolusi Darwin tentang leluhur bersama homo sapiens dan para hominid, meskipun teori ini telah menjadi bagian penting dari bangunan biologi.

Di sisi lain, ilmu genetik kini dalam perkembangan pesat dan tampaknya justru menambah daftar pertanyaan kepada teori terdahulu tentang pohon evolusi yang menjadi diagram percabangan spesies makhluk hidup berdasarkan anatomi semata.

Uji genom

Sejak genom manusia selesai dipetakan satu dekade lalu, asal-usul dan jejak penyebaran manusia sudah bisa dilacak melalui gen. 

Dengan uji DNA (Asam Deoksribo Nukleat) menggunakan kromosom Y,  seorang pria zaman kini bisa melacak kakek moyangnya dari garis ayah, demikian juga dengan uji mitokondria DNA, seorang wanita bisa mencari tahu nenek moyangnya dari garis ibu.

 Di setiap inti sel manusia terdapat 23 kromosom berpasangan yang masing-masing strukturnya berupa pilinan benang berisi informasi genetik berisi lebih dari tiga miliar huruf DNA dalam bentuk kelompok fosfat, gula dan nitrogen basa.

 Manusia diperkirakan memiliki sekitar 30-35 ribu gen pembawa sifat per selnya yang terus diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melewati ribuan tahun tanpa banyak perubahan. 

Riset DNA yang dilakukan terhadap lebih dari seribu orang dari berbagai etnik menyimpulkan moyang manusia modern mengacu pada seorang laki-laki dan seorang perempuan (Adam dan Hawa) yang berasal dari satu titik di Afrika Timur, yang jika dirunut berusia hingga 100-200 ribu tahun. 

Benua Afrika menjadi tempat orang-orang pembawa gen paling tua, sedangkan orang-orang di luar Afrika seperti Eropa, Asia, Amerika, termasuk penduduk asli Australia dan Papua, hanya mengarah pada usia gen setua 50-70 ribu tahun lalu. 

Dari sana disimpulkan bahwa pada periode tersebut sejumlah kelompok moyang di Afrika Timur kemudian bermigrasi secara bertahap ke luar dari benua tersebut, melalui jembatan semenanjung Arabia dan menyebar ke seluruh dunia.

 Berdasarkan analisis terhadap ribuan sampel DNA yang dilakukan oleh tim pakar genetik yang dipimpin Spencer Wells, migrasi leluhur bersama (common ancestors) orang Eurasia (out of Africa) ini terbagi dalam sejumlah cabang.

Cabang pertama dalam peta penyebaran manusia, diketahui moyang dari Afrika timur itu menuju ke utara di Timur Tengah (45 ribu tahun lalu) menetap lama dan kemudian generasi-generasi berikutnya ada yang bermigrasi lagi ke Afrika Utara dan kemudian sebagian mereka ke Eropa Selatan. Proses migrasi ini terjadi bertahap dalam ribuan tahun.

Cabang lainnya ada yang menuju ke Asia Tengah 40 ribu tahun lalu, yang dari sana, keturunan berikutnya mulai merintis jalan ke utara. 

Mereka ini ada yang berbelok ke barat (35 ribu tahun lalu) bercampur dengan kelompok dari Timur Tengah menjadi leluhur orang-orang Eropa, ada yang ke barat-laut menuju Rusia dan berbelok menyebar di kawasan Skandinavia. 

Perintis Asia Tengah ini dalam atlas genetik kemudian menyebar ke Asia Selatan dan Indo-China lalu berbelok lagi ke utara menyebar di Asia Timur. 

Cabang lainnya menuju ke utara di Siberia dan menjadi orang-orang eskimo (15 ribu tahun lalu), sebagian ada yang menyeberang sampai ke Benua Amerika, menurunkan orang-orang Indian.

Jauh sebelum itu, pada 50 ribu tahun lalu ada pula kelompok orang-orang yang keluar dari Afrika, melewati pesisir selatan Yaman menuju selatan India, lalu ke arah timur-laut (Indo-China) dan berlanjut ke Asia Timur.

Cabang dari selatan India ini ada pula yang melintasi pesisir menuju Sumatera, Jawa dan masuk ke Benua Australia dan juga daratan Papua.

Cabang lainnya yang sempat menetap di Sumatera lantas menuju utara ke arah Laut China Selatan yang dahulu sebelum zaman es mencair masih merupakan daratan, dan Kalimantan yang saat itu juga masih menjadi satu dengan Pulau Sumatera dan Jawa.

Mereka diperkirakan berlanjut ke wilayah yang sekarang merupakan Kepulauan Filipina, ada pula yang menyebar hingga ke Kepulauan Jepang. 

Sebagian mereka ada pula yang berbelok ke daratan China bercampur dengan keturunan Asia Tengah serta ada yang ke utara menyeberang ke Amerika Utara menjadi orang-orang Indian. 

Sangat homogen

Penyebaran homo sapiens ke berbagai belahan dunia yang alurnya bagaikan benang kusut itu berlangsung secara bertahap dalam periode puluhan ribu tahun dengan hampir tanpa perubahan variasi genetik.

Tampaknya studi genetika belum bisa mengaitkan gen homo sapiens dengan gen hominid seperti digambarkan dalam pohon evolusi, apalagi pendahulu manusia ini usia gennya mencapai sejutaan tahun sebelum manusia (homo sapiens) pertama muncul.

Hasil riset Svante Paabo dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology soal adanya gen yang diturunkan oleh neandertal (yang muncul lebih dulu sekitar 500 ribu tahun lalu dan punah 30 ribu tahun lalu), sebesar 1,8 hingga 2,6 persen pada semua manusia di luar Afrika juga masih diperdebatkan.

Sejumlah pihak seperti Andrea Manica dari Universitas Cambridge menolak pernyataan adanya kemungkinan kawin-mawin di antara kedua spesies ini dan meyakinkan bahwa hal itu bisa jadi hanya bagian dari kesamaan genetik.

Pakar genom lainnya Tony Capra yang mencermati data variasi genetik dari 20 ribu orang Afrika mengatakan, gen neandertal yang diturunkan ke homo sapiens itu tidak unik, karena ternyata juga ditemukan di gen kuno leluhur Afrika, seperti di suku Yoruba, Esan dan Mende, namun sempat hilang ketika keturunan orang-orang kuno Afrika bermigrasi ke luar benua.

Penduduk Afrika memang memiliki lebih banyak variasi genetik dari satu suku ke suku yang lain dan menjadi tempat bersembunyi alel-alel (gen dengan sifat bervariasi) yang tidak bisa ditemukan pada orang-orang di luar Afrika, sementara gen manusia yang  hidup menyebar di luar Afrika sangat homogen.      

Namun demikian, secara genetik seluruh manusia yang ada di Bumi berasal dari leluhur yang sama dan sangatlah identik, di mana variasi genetik di antara tiap individu tidak lebih besar dari 0,1 persen.

Dengan demikian tidak seharusnya ada ras yang merasa lebih tinggi dari ras lainnya, misalnya ras kaukasoid merasa lebih tinggi dari ras negroid yang justru menjadi saudara tuanya, karena semua manusia sebenarnya berada dalam satu ras homo sapiens. 

Variasi genetik paling besar yang diketahui di antara manusia adalah di antara dua jenis kelamin berbeda, laki-laki dan perempuan, yakni sekitar 1-2 persen. Dengan perbedaan ini manusia bisa tetap bertahan dengan menghasilkan keturunan dan berkembang biak.*
 

Pewarta: Dewanti Lestari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peluncuran becak listrik UGM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) bersama Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono (kanan depan) mencoba becak listrik saat diluncurkan di Balairung UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (18/1/2019). UGM bekerja sama dengan PT PLN mengembangkan 15 prototype becak listrik dengan penggerak motor listrik 1500 watt 48 V dan diberikan kepada paguyuban pengemudi becak kawasan Bulak Sumur. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

BMKG prakirakan “supermoon” picu rob

Semarang  (ANTARA News) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena Supermoon yang disertai dengan Bulan purnama akan memicu limpasan air laut yang masuk ke darat atau rob di wilayah pesisir Kota Semarang.

 “Supermoon` yang disertai Bulan purnama akan memengaruhi pasang maksimal air laut,” kata Kepala Seksi  Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Slamet Wiyono, di Semarang, Jumat.

 Fenomena pasang air laut itu, kata dia, diprakirakan terjadi pada 19 hingga 22 Januari 2019.

 Menurut dia, kawasan pesisir Kota Semarang yang biasa dilanda rob diperkirakan akan dilanda genangan yang lebih tinggi.

 Prakiraan ketinggian maksimal naiknya permukaan air laut itu, kata dia, akan mencapai satu meter.

 “Ketinggian maksimal diperkirakan terjadi pada 21 Januari 2019,” kata dia.

 Peningkatan permukaan air laut, lanjut dia, diprakirakan terjadi mulai malam hingga dini hari dengan durasi mencapai enam jam.

 Secara umum, menurut dia, fenomena “Supermoon” yang terjadi akibat grativasi Bulan saat jaraknya paling dekat dari Bumi itu akan melanda kawasan pesisir utara dan selatan Provinsi Jawa Tengah.

 Oleh karena itu, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir, petani garam, dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan untuk mewaspadai terjadinya pasang air laut itu.

Baca juga: BBMKG siapkan teropong saksikan “Supermoon”
 Baca juga: “Super blue blood moon” baru muncul lagi 2028 dan 2037
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satelit Lapan A-1 sudah bertahan 12 tahun di orbitnya

Jakarta  (ANTARA News) – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan salah satu penyebab satelit Lapan-A1/Lapan-TUBSat tetap bertahan sejak mengudara pada 7 Januari 2007 hingga menginjak usia yang ke-12 pada 2019 karena gangguan badai matahari yang mininum di orbitnya.
 
“Saat diluncurkan pada 2007 aktivitas matahari sedang minimum, sehingga gangguan badai matahari minimum,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat.

Thomas menuturkan umur satelit ditentukan dua hal pokok, yaitu keberadaan di orbitnya dan ketahanan instrumennya. 

“Satelit Lapan-A1 pada ketinggian 630 kilometer itu bisa bertahan di orbit  sekitar puluhan tahun. Padahal daya tahan instrumennya rata-rata hanya 2-3 tahun untuk kelas satelit mikro,” tuturnya.

Sementara itu, instrumen kameranya, lanjut dia, ternyata bertahan sampai enam tahun, setelah itu kualitasnya menurun.  Sedangkan beberapa instrumen lainnya ada yang masih beroperasi sampai saat ini dengan mengirimkan sinyal. 

Thomas menjelaskan badai matahari adalah semburan partikel berenergi tinggi terutama proton dan elektron dari matahari. Instrumen elektronik satelit bisa terganggu oleh semburan partikel energi tinggi tersebut.

Ketika instrumen elektronika terganggu, fungsi satelit terganggu sehingga satelit tidak bisa beroperasi lagi, baik sebagian fungsinya maupun seluruhnya. 

“Satelit yang tidak bisa beroperasi lagi atau mati menjadi sampah antariksa,” tuturnya.

Pada saat puncak aktivitas matahari,  badai matahari sering terjadi dan bisa mengurangi daya tahan satelit sehingga satelit cepat mati.

Satelit Lapan-A1/Lapan-TUBSat adalah hasil kerja sama Lapan dengan Technische Universität Berlin, Jerman. Pembuatan dan peluncuran Satelit Lapan-A1 merupakan awal penguasaan teknologi satelit LAPAN. 

Setelah berhasil membuat satelit di Jerman, tim kembali ke Lapan, lalu mengembangkan fasilitas pembuatan satelit di Pusat Teknologi Satelit Lapan Rancabungur, Bogor. Kemudian membuat generasi berikutnya, yakni satelit Lapan-A2 dan Lapan-A3 yang saat ini sudah berada di orbit.

Sebagai satelit pengamatan, satelit itu dapat bermanfaat untuk melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah fenomena seperti kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat.

Namun, Thomas mengatakan satelit LAPAN-A1 saat ini lebih berfungsi sebagai laboratorium uji kesehatan satelit, sedangkan fungsi pemotretan situasi di permukaan bumi sudah diambil alih oleh satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3.

Satelit LAPAN-TUBSat yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter itu membawa sebuah kamera beresolusi tinggi dengan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer. 

Baca juga: Lapan kembangkan satelit operasional mikro
Baca juga: Wapres Kalla saksikan peluncuran satelit LAPAN 
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPPT luncurkan laboratorium panel surya

Petugas melakukan uji coba kekuatan Panel Surya seusai peresmian Laboratorium Uji Modul Photovoltaic (Panel Surya) di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/1/2019). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meresmikan Lab Uji Modul Panel Surya untuk menjamin kualitas modul surya sebagai komponen utama PLTS serta dapat dijadikan laboratorium acuan nasional bagi industri modul surya. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Kontes Robot Pintar

Pelajar mengikuti Kontes Robot Pintar Yogyakata 2018 di Taman Pintar, Yogyakarta, Sabtu (24/11/2018). Acara yang digagas oleh Taman Pintar Yogyakarta dan diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA dari Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah itu menjadi ajang meningkatkan pemahaman akan keilmuan robotik di kalangan generasi muda. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc. 

Genting berbahan “styrofoam” mahasiswa Undip juara di Jerman

Semarang (ANTARA News) – Genting berbahan styrofoam karya sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang menyabet emas dalam ajang internasionl yang berlangsung di Jerman, 1-4 November 2018.

“Gagasan ini terinspirasi dari kegelisahan kami melihat banyaknya limbah styrofoam yang tidak terpakai. Jadi, kami manfaatkan,” kata Yunnia Rahmadanni, selaku ketua tim, di Semarang, Senin.

Bersama keempat kawannya, yakni Laitufa Nidia, Nurul Halwiyah, Ibadurrahman, dan Rufqi Rudwi Rafita, Yunnia mengikuti International Trade Fair of Ideas, Inventions and New Products (The iENA), di Nurenberg, Jerman.

Ajang yang digelar lembaga internasional AFAC itu diikuti 800 peneliti muda dari 30 negara yang ikut berpartisipasi, dan peserta dari Indonesia ada 2 tim, salah satunya dari Undip.

Menurut Yunnia, “styrofoam” selama ini dikenal sebagai produk yang tidak ramah lingkungan karena tidak dapat diurai sehingga muncullah ide untuk memanfaatkan keberadaan limbah yang berlimpah itu.

“Ini (styrofoam) kami dapat di tempat pembuangan akhir (TPA) di kampus. Kami beberapa kali uji coba, campur dengan semen dan pasir. Ya, memang tidak mudah,” kata Yunnia mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Undip itu.

Dari beberapa kali uji coba, akhirnya mereka menemukan formula yang pas antara semen, pasir, dan “styrofoam” untuk menghasilkan produk genting yang lebih ringan dan tahan lama.

Ukuran “styrofoam” yang dibutuhkan, kata dia, sekitar 2-3 persen dari berat total per genting dan harus dalam hitungan yang tepat agar bisa menjadi genting yang diinginkan.

Jika genting biasanya memakai bahan tanah liat, mereka justru tidak memilihnya karena pengeringannya dibakar, sementara “styrofoam” justru tidak bagus jika dibakar karena mencemari.

“Dibandingkan genting biasa yang beratnya 3-4 kilogram, ini lebih ringan 15-20 persen. Kami akan terus perbaiki produk ini agar nanti bisa lebih ringan lagi,” katanya.

Dengan berat yang ringan, Yunnia mengatakan bisa meminimalisasi dampak cidera ketika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi yang menyebabkan genting runtuh.

Sementara itu, dosen pembimbing delegasi Undip itu, M Nur Sholeh mengaku bangga hasil inovasi anak bimbingannya mampu meraih medali emas mengalahkan delegasi dari negara-negara lainnya.

“Penambahan `styrofoam` ini dilakukan dengan komposisi tertentu agar dihasilkan genting yang relatif ringan dan memiliki kelentingan optimal sebagaimana yang diinginkan,” katanya.

Penggunaan genting tersebut, kata pengajar Mekanika Rekayasa Struktur Bangunan Tahan Gempa Sekolah Vokasi Undip itu, bisa meminimalisasi korban jiwa jika terjadi gempa bumi.

Baca juga: ITS juara umum kontes internasional model jembatan
Baca juga: Tim Rajawali ITB Raih Dua Penghargaan Internasional

 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pesawat NASA InSight mendarat di Mars

Jakarta (ANTARA News) – Pesawat antariksa milik NASA, InSight, berhasil mendarat di Mars, Senin (26/11) waktu setempat, membawa perangkat yang dirancang untuk mempelajari getaran seismik di planet tersebut.

Pesawat ini diluncurkan dari California pada Mei lalu, ia akan menjelajahi planet tersebut selama 24 bulan ke depan (hampir satu tahun di Mars) untuk mengumpulkan data demi menyingkap bagaimana Mars terbentuk, yang juga akan memberi informasi baru terhadap asal-usul bumi serta planet lain di sistem tata surya, seperti diberitakan Reuters.

“Alasan kami menggali Mars adalah untuk memahami, bukan hanya Mars, tapi, juga bumi,” kata pimpinan investigator Jet Propulsion Laboratory (JPL), Bruce Banerdt.

Salah satu topik utama yang mereka gali mengenai mengapa Mars, yang semula planet hangat dan basah, berevolusi menjadi kering, dingin, sepi dan tidak ada kehidupan. 

Kepala ilmuwan di NASA, James Green, meyakini ada sesuatu yang saat ini belum bisa dijelaskan, Mars dahulu diduga memiliki kutub magnet atau aktivitas tektonik.

Aktivitas tektonik di bumi banyak menghilangkan jejak mengenai terbentuknya planet ini, namun, berbeda dengan mars, yang cenderung statis sehingga ilmuwan dapat membuat runut waktu geologi.

InSight dan misi Mars lainnya, dijadwalkan pada 2020, merupakan pendahuluan untuk misi NASA eksplorasi Mars oleh manusia.

Tentang InSight

InSight adalah pesawat ulang-alik ke-delapan yang sukses mendarat di Mars, pesawat lainnya juga dioperasikan oleh NASA. Pesawat menembus atmosfer Mars yang tipis dalam kecepatan 19.795 kilometer per jam dan terjun dalam kecepatan 77 mil ke permukaan planet dalam 7 menit.

Pesawat diprogram agar berhenti selama 16 menit untuk menghilangkan debu di sekitarnya, kemudian ia mengembangkan panel surya, seperti membentangkan sayap, untuk menghasilkan daya. 

InSight merupakan singkatan dari Interior Exploration Using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport, misi ke-21 yang diluncurkan dari Amerika Serikat ke Mars sejak Mariner pada 1960an.

Perjalanan ke Mars lainnya banyak diluncurkan dari negara lain.

Baca juga: Robot riset NASA pertama akan pelajari bagian dalam Mars

Baca juga: Roket raksasa Falcon Heavy “berhidung” Tesla meluncur menuju Mars

Baca juga: Peneliti Israel selesaikan simulasi hidup di Mars

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Penambahan Kabel bawah Laut Kelistrikan Tiga Gili

Penambahan Kabel bawah Laut Kelistrikan Tiga Gili

Sejumlah petugas menarik kabel bawah laut sistem kelistrikan destinasi wisataTiga Gili (Gili Trawangan, Meno dan Air) di perairan Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (27/11/18). Penambahan kabel bawah laut tersebut dilakukan PLN untuk antisipasi pertumbuhan beban listrik di Kawasan Tiga Gili yang selalu meningkat dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2014 beban listrik di Kawasan Tiga Gili baru mencapai 2 Megawatt (MW), namun meningkat menjadi, 4,2 MW pada tahun 2016 dan 4,6 MW pada tahun 2017 dan pada pertengahan tahun 2018 beban meningkat menjadi 5 MW.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.

Bagaimana neurosains berperan dalam pilpres

Jakarta (ANTARA News)  – Masyarakat sebagai pemilih dalam kontestasi pemilihan presiden yang sudah lalu atau yang akan datang bisa jadi tidak menyadari bahwa dirinya telah diarahkan untuk memilih kandidat tertentu dengan cara sains bekerja.

Sains yang tidak memihak, bebas nilai, adalah ilmu yang memberikan kepastian bagaimana cara sesuatu bekerja. Termasuk pada bermacam sistem kerja otak manusia yang sangat bisa diperhitungkan lewat ilmu pengetahuan.

Neurosains adalah bidang ilmu yang mempelajari sistem saraf yang ada di otak manusia. Dengan meneliti dan mempelajari berbagai macam sistem yang ada di otak itu pula, perilaku seseorang atau bahkan perilaku masyarakat dapat dimanipulasi.

Ahli neurologi yang juga ilmuwan neurosains dr Roslan Yuni Hasan atau yang akrab disebut Ryu Hasan menyebut pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 adalah contoh pemanfaatan neurosains yang sukses diterapkan pada warga Amerika Serikat.

Donald Trump yang saat itu memenangkan pemilihan presiden melawan Hillary Clinton menggunakan jasa neuroscientist untuk memetakan sifat orang Amerika dan memanipulasinya dengan ilmu saraf agar bisa memilihnya pada pemilu.

Trump menggunakan sains dalam berkompetisi. Mulai dari mengambil sampel masyarakat dari tiap negara bagian, menelitinya hingga level kromosom, sampai memindai respon seseorang dari suatu tindakan atau informasi yang diberikan melalui perangkat MRI (magnetic resonance imaging) fungsional.

Dokter Ryu mengatakan penelitian ini hanya dilakukan dalam waktu enam minggu hingga akhirnya para neuroscientist mendapatkan “kode” dari sistem saraf otak manusia yang harus diaktifkan agar ia memilih Trump.

Ketika “kode” itu telah didapatkan, Trump tinggal membombardir publik dan media dengan pernyataan-pernyataan yang mengandung “kode” tersebut agar salah satu sistem saraf di otak sebagian masyarakat aktif dan memilihnya pada pemilihan presiden.

Namun sederhananya jika ingin melakukan manipulasi otak menggunakan neurosains secara fisik, tinggal memberikan seseorang obat kemudian orang tersebut pasti akan memilih kandidat tertentu dalam pemilihan.

Lalu bagaimana dengan strategi politik?

Strategi politik yang dilakukan oleh Trump itu pun berdasar pada ilmiah, yang bahkan berbasis klinis atau penelitian yang telah diujicobakan pada seseorang.

Dalam penelitian yang dikerjakan oleh para ilmuwan neurosains itu ditemukan bahwa pesan yang berisi ancaman lebih efektif dalam memengaruhi seseorang ketimbang pesan yang berisi harapan atau janji-janji manis.

Contoh sederhananya yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari adalah pesan hoaks atau kabar bohong yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan singkat. 

Orang lebih banyak dan lebih mudah merespon dengan membagikan ulang pesan yang berisi ancaman atau untuk mencegah ancaman kepada orang lain ketimbang menanggapi pesan yang isinya solusi.

Hal lainnya yang paling digemari kebanyakan orang ialah irelevansi. Sesuatu yang tidak relevan lebih menarik perhatian manusia ketimbang hal-hal relevan.

Pohon mangga berbuah mengkudu di Probolinggo banyak menarik perhatian masyarakat dan beritanya banyak dilihat. Sinetron yang oleh sebagian orang dianggap tidak bermutu karena sangat tidak relevan dengan kehidupan nyata buktinya memiliki banyak penonton dengan rating tinggi.

Jadi selain berbicara hal yang berisi ancaman, berbicara hal-hal tidak relevan seperti membandingkan tempe dengan kartu ATM pasti akan lebih banyak mendapat perhatian publik.

Seperti Trump yang pernah mengatakan dirinya bisa menembak seseorang di Fifth Avenue New York dan tidak akan kehilangan pemilih, atau Trump yang memboikot media CNN sehingga banyak diberitakan oleh media.

Itulah yang sebenarnya diinginkan dan memang sudah direncanakan. Agar Trump mendapatkan popularitas di media karena sikap kontroversialnya. Walaupun popularitas itu negatif, dia tetap makin dikenal.

Kubu Hillary Clinton pada saat itu sangat percaya diri yang beranggapan seseorang seperti Trump dengan ucapan-ucapan anehnya tidak mungkin dipilih. Namun nyatanya, Trump tetap menang berkat ilmu pengetahuan.

Neurosains ini pula yang ditiru oleh Presiden Brasil terpilih Jair Bolsonaro yang memenangkan kompetisi pemilihan presiden pada 28 Oktober lalu. Bolsonaro juga kerap melontarkan ucapan kontroversial yang melecehkan perempuan, rasis pada kaum afro, menolak PBB karena dianggap komunis, bahkan terang-terangan mengatakan dirinya pro kekerasan.

Dan hasilnya, Bolsonaro berhasil mencicipi kemenangan seperti Trump. Kendati pun empat bulan sebelum pemilihan orang-orang Brasil mengelak bahwa neurosains tidak akan berlaku di negaranya karena warga Amerika berbeda dengan Brasil.

Kenapa bisa sama?

Yang membuat sistem neurosains ini sukses di Amerika dan Brasil ialah kesamaan masyarakat yang begitu religius. “Yang satu Katolik banget, yang satu Evangelis banget. Sama dengan di Indonesia, Islam banget,” kata Ryu.

Masyarakat yang religius, kata Ryu, merupakan kalangan masyarakat yang paling mudah dimanipulasi dengan menggunakan neuorosains.

Apa sebabnya? Ialah karena masyarakat religius sangat percaya pada konsep reward and punishment. Walau entah imbalan dan hukuman itu benar-benar ada atau tidak, tetapi masyarakat religius sangat mempercayai konsepnya.

Selain itu religiusitas sendiri memperkuat ikatan kelompok. Ikatan itu jauh lebih kuat dadipada masyarakat yang tidak religius. “Ketika pemimpinnya bilang A, ikut semua,” kata dia.

Neurosains ini juga sudah banyak digunakan oleh perusahaan dalam dunia periklanan untuk memasarkan produk. Orang secara sadar ataupun tidak diarahkan untuk membeli suatu produk lewat informasi yang terus menerus dipaparkan.

Ryu tidak bisa membuktikan apakah kontestasi politik di Indonesia, salah satu pasangan capres-cawapres menggunakan neurosains karena harus dibuktikan melalui penelitian.

Namun yang pasti religiusitas masyarakat Indonesia sama persis dengan warga Amerika dan Brasil. Ryu juga melihat pola-pola yang muncul saat ini di Indonesia ada kecenderungan seperti yang dilakukan oleh Trump dan Bolsonaro.

Ada narasi kampanye yang berisikan ancaman, irelevansi, popularitas negatif dengan kebodohan dan kebohongan yang banyak dibicarakan di media sosial maupun media massa. Yang secara tidak sadar juga, masyarakat yang terus membicarakannya tengah membangun popularitas salah satu pasangan calon kandidat dan akan termanipulasi untuk memilihnya.

Lalu jika sebegitu hebatnya neurosains, bukankah lebih bijak menggunakan ilmu pengetahuan itu untuk pembangunan manusia Indonesia yang lebih berkualitas lewat manipulasi sistem otak?

Tentu sangat mungkin. Dokter Ryu Hasan menjelaskan neurosains ini akan efektif diberikan dalam bentuk pelatihan untuk individu, sementara untuk secara kolektif dan jangka panjang harus melalui sistem pendidikan.

Untuk mengubah kultur masyarakat Indonesia menjadi lebih disiplin, lebih tertib, inovatif dan sebagainya memerlukan sistem dan pendidikan yang harus secara ketat dijalankan. Sehingga nantinya kultur buruk masyarakat akan luntur menjadi sistem, dan sistem itu sendiri yang akan menjadi kultur masyarakat.

Akan tetapi untuk mengubah atau meningkatkan kualitas manusia Indonesia menjadi lebih baik tetap membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Kalau kita bicara mengubah kultur masyarakat, jangan terburu-buru, kita bicara tentang  dua generasi,” kata dia. 

Baca juga: Pakar melihat salah satu capres-cawapres di Indonesia gunakan pola Trump dan Bolsonaro
 

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Detik-detik pendaratan Insight di Mars

Jakarta (ANTARA News) – National Aeronautics and Space Administration atau NASA berhasil mendaratkan pesawat antariksa ke-delapan mereka dalam misi Mars, InSight menjejak di planet tersebut hanya dalam tujuh menit, dijuluki “seven minutes of terror”.

Setelah enam bulan setengah menjelajah angkasa, InSight mencapai lapisan atas atmosfer Mars sekitar pukul 15.00 waktu Amerika Serikat, misi mereka selama dua tahun ke depan di Mars resmi dimulai.

Dikutip dari laman The Verge, pendaratan di Mars ini cukup rumit, InSight harus menurunkan kecepatan yang tadinya 12.000 mil per jam menjadi hanya 5 mil per jam sebelum menyentuh permukaan planet. InSight secara otomatis melepas parasut supersonik agar mampu mendarat aman, juga mengumpulkan data radar dan menyalakan pendorong, semua harus dalam waktu yang tepat.

Selama pendaratan, dua satelit bernama MarCO  di atas Mars mengumpulkan data dari seluruh kejadian. Satelit ini juga diluncurkan bersama InSight dari California pada Mei lalu.

Satelit MarCO terbang di di atas Mars selama InSight bersiap mendarat, berjarak sekitar 2.175 mil dari permukaan. InSight mengirim sinyal ke MarCO, satelit tersebut memproses, membuka kode kemudian mengirimnya ke bumi. 

Berkat MarCO, insinyur NASA di bumi bisa mendapatkan informasi secara aktual mengenai pendaratan di Mars.

Beigitu InSight menyentuh permukaan, ia mengirim sinyal pertama ke bumi untuk mengabarkan mereka mendarat selamat. Tujuh menit kemudian, pesawat menggunakan radio berdaya besar untuk mengirim sinyal, kemudian memberi peringatan dan akhirnya mengirim ke NASA secara terperinci status mereka.

Beberapa menit kemudian, InSight mengirimkan gambar pertama dari permukaan Mas, berupa gambar daratan tempat mereka tiba.

Bukan hanya MarCO yang bekerja saat InSight mendarat di Mars, ada juga Mars Reconnaissance Orbiter yang mengelilingi Mars dan mengirimkan peristiwa pendaratan ke bumi dalam tiga jam. 

InSight juga membuka panel surya mereka selama di mars. Pesawat Odyssey, yang sudah lebih dulu mengorbit Mars, akan terbang di atas InSight untuk mengumpulkan informasi dan memberikannya ke NASA dalam 5,5 jam.

Selama di Mars, InSight akan tetap diam agar dapat mendeteksi setiap getaran di planet tersebut selama Marsquakes, menggunakan gelombang suara untuk mengetahui interor planet itu.

Selama dua hingga tiga bulan ke depan, InSight menggunakan lengan robotik untuk menaruh dua instrumen utama dalam penelitian ini, yaitu seismometer dan paku otonom (self-hammering nail).

Seismometer akan mendeteksi getaran, sementara paku akan mengebor permukaan dengan kedalaman 16 kaki untuk mengukur suhu.
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemanfaatan Air Hujan

Anggota dari Komunitas Banyu Bening mengambil air hujan yang siap dikonsumsi setelah melalui proses elektrolisa saat acara Kongres Air Hujan Indonesia I di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (27/11/2018). Acara yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat itu menjadi wadah untuk komunikasi serta kerjasama dalam pengembangan teknologi dan implementasi pemanen/pemanfaatan air hujan guna pencapaian potensi air bersih masa depan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

Laboratorium kopi petani batang

(Antara)-Seorang petani di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dua tahun lalu membuat laboratorium kopi penguji rasa. Laboratorium yang berada di tengah Kampung Kecamatan Tersono ini, menfasilitasi 2.500 petani kopi lokal dan masyarakat umum untuk mengetahui proses menyeduh, kandungan rasa dan membuat kopi dengan harapan bisa meningkatkan ilmu kopi petani.

Belajar sains dan teknologi di Museum Adityawarman

(Antara)-Di Bulan November tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuka pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi (PP-Iptek) di Museum Adityawarman Kota Padang. Tak hanya mempelajari sejarah dan budaya, dengan adanya pusat peragaan sains dan teknologi, kini berkunjung ke museum jadi lebih menyenangkan.

Inovasi beton mahasiswa UKP jadi juara internasional

Surabaya (ANTARA News) – Inovasi beton yang memanfaatkan bongkaran dinding dan bubuk kalsium karbonat karya tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra juara 1 International Concrete Competition (ICC) 2018 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Inovasi beton karya mahasiswa angkatan 2015 yakni Kent Setiono, Nico Christiono dan Ricky Surya menjadi juara pada kategori Concrete Competition setelah mengalahkan inovasi lain karya mahasiswa Indonesia, Filipina, Malaysia dan India.

“Pada babak final, selama tiga hari kami membuat beton secara langsung, kemudian melakukan tes beton berumur satu hari dan melakukan presentasi di depan para juri. Panitia telah mempersiapkan bahan dasar membuat beton, peserta hanya diminta membawa bahan inovasi tambahan yang akan digunakan,” kata Kent Setiono di Surabaya, Rabu.

Kent menjelaskan, sebelum mengkuti ajang ICC 2018, kelompoknya telah melakukan percobaan terhadap inovasi itu di kampus terlebih dahulu hingga lebih dari 10 kali.

Sementara itu, Nico Christiono mengemukakan kesulitan terberat bagi tim UK Petra adalah mempertahankan kondisi beton untuk tetap encer namun bisa memenuhi syarat beton mudah mengalir yang ditentukan.

Tim akhirnya sepakat mengurangi penggunaan semen dan mencari penggantinya sebagai bahan campuran dalam beton yang dapat memadat sendiri (self compacting concrete).

Nico dan kelompoknya lalu menambahkan kerakal batu bata dan kalsium karbonat yang sudah dihancurkan dalam bentuk butiran halus dalam adonan betonnya.

“Kami mencoba mengurangi penggunaan semen, digantikan dengan kerakal batu bata dan kalsium karbonat sebesar 30 persen. Kekuatannya mencapai 24,5 MPa saat tes beton satu hari dibandingkan dengan kekuatan biasanya yaitu sebesar 25 MPa dalam waktu 28 hari,” ujarnya.

Pemanfaatan kerakal batu bata ini akan dapat mengurangi buangan yang tak terpakai misalnya saat merenovasi rumah ataupun memanfaatkan bagian bangunan yang runtuh pada saat terjadi bencana alam gempa bumi, sedangkan kalsium karbonat membantu menambah kekuatan beton umur awal, ujarnya.

Dengan raihan juara ini, mahasiswa UK Petra mendapatkan hadiah plakat, sertifikat dan hadiah uang sebesar 1.000 dolar AS.

Baca juga: Mahasiswa UI ciptakan beton dari abu
 Baca juga: Beton sekam-ampas tebu antarkan mahasiswa Unej juara

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

ITS ciptakan deteksi genangan untuk keselamatan penerbangan

Surabaya (ANTARA News) – Tim Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan alat pendeteksi genangan air atau standing water level untuk dipasang di bandara demi keselamatan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan itu tidak hanya bergantung pada faktor pesawat terbangnya saja, melainkan infrastruktur bandar udara juga berperan penting bagi keselamatan penerbangan,” ujar peneliti ITS Dr Melania Suweni Muntini, MT, kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Dia mengungkapkan selama ini di tiap bandara di Indonesia hanya terpasang alat pendeteksi angin untuk memantau kecepatan angin demi keselamatan penerbangan.

“Pendeteksi angin yang sudah banyak terpasang di berbagai bandara pun sebenarnya masih perlu dikembangkan lagi. Karena belum mendeteksi kecepatan angin yang datang dari arah samping,” ujar pakar infrastruktur penerbangan ITS itu.

“Selama ini belum ada satupun bandara di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi genangan air,” katanya.

Melania bersama tim peneliti ITS melakukan penelitian sejak tahun lalu, di antaranya telah melakukan berbagai uji coba di bandara perintis Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami pilih bandara perintis di Sumenep untuk melakukan uji coba karena frekuensi penerbangannya masih terbilang sepi. Sebenarnya kami ingin melakukan uji coba di bandara besar, seperti Juanda, tapi frekuensi penerbangannya terlalu padat untuk dijadikan tempat penelitian,” ucapnya.

Dia menekankan alat pendeteksi genangan air wajib dipasang di seluruh bandara demi keselamatan penumpang.

“Genangan air yang aman untuk keselamatan penerbangan syaratnya minimal 3 milimeter dari keseluruhan luas bandar udara. Itu harus ada alat yang dapat mendeteksinya. Kalau tidak, pesawat yang mendarat atau melakukan lepas landas bisa tergelincir,” tuturnya.

Melania menyatakan penelitiannya telah rampung. Alat deteksi genangan air untuk dipasang demi keselamatan penerbangan di bandara kini tinggal menunggu sertifikasi.

Baca juga: ITS luncurkan Pusat Unggulan Industri Kreatif
Baca juga: Tiga kendaraan inovatif ITS jelajahi Indonesia

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Dosen UNS lakukan penelitian minimalisasi preeklampsia

Solo (ANTARA News) – Salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Sulistyowati melakukan penelitian untuk meminimalisasi kasus preeklampsia yang berdampak pada kematian ibu dan bayi.

“Saya telah melakukan penelitian pada tikus bunting dengan mengambil HLA-G (histocompability antigen, red) yang terbukti terjadi preeklampsia dan disebabkan oleh disfungsi organ endotel,” katanya di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa disfungsi endotel yang terjadi pada hewan sesuai dengan kondisi ibu hamil preeklampsia, yaitu pada sel trofoblas.

“Melalui penelitian ini, model disfungsi endotel sebagai model preeklampsia direkomendasikan menjadi masukan bagi peneliti untuk menemukan hal yang berkaitan dengan preeklampsia. Tujuannya untuk mengetahui penyebab maupun terapi sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu yang disebabkan preeklampsia,” katanya.

Menurut dia, hingga saat ini preeklampsia masih merupakan penyumbang utama kesakitan dan kematian pada ibu maupun janin.

Ia mengatakan di RSUD dr Moewardi Surakarta angka kematian ibu hamil pada tahun 2012 yang disebabkan oleh preeklampsia berjumlah 19 orang dari 30 ibu hamil yang meninggal. Sedangkan pada tahun 2013 berjumlah 12 orang dari 21 ibu hamil yang meninggal.

Menurut dia, faktor risiko terjadinya preeklampsia, di antaranya hipertensi kronis, diabetes mellitus, penyakit ginjal, obesitas, dan kondisi hiperkoagulitas.

Ia mengatakan hingga saat ini metode penelitian yang dilakukannya mengenai preeklampsia banyak digunakan para pakar kesehatan di sejumlah universitas.

Adapun, penyakit preeklampsia yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda kerusakan organ tubuh, misalnya kerusakan ginjal.

Preeklampsia juga dikenal dengan nama toksemia atau hipertensi yang diinduksi kehamilan.

Sementara itu, karena penelitiannya tersebut Sri Sulistyowati akan dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS ke-196 pada Selasa (11/12).

Selain Sri, pada waktu yang sama UNS juga akan mengukuhkan Endang Sutisna Sulaeman sebagai Guru Besar UNS ke-195.

Endang yang merupakan Guru Besar di Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Membumikan Keadilan, Pemberdayaan, dan Promosi Kesehatan.

Baca juga: Artikel – Vegetarisme dan misteri kematian Kartini

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018

AOT, teknologi tercanggih atasi disorientasi arah

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu gangguan yang kerap pilot alami saat penerbangan adalah disorientasi arah dan inilah penyebab tersering kecelakaan pesawat terjadi, menurut spesialis kedokteran penerbangan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi), Dr.dr. Wawan Mulyawan, SpBS (K), SpKP. 

Untuk mengatasi masalah disorientasi, saat ini terdapat teknologi tercanggih yang bisa pilot manfaatkan, yakni perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT). Alat ini berfungsi untuk melatih penerbang dalam mengantisipasi kondisi kejadian luar biasa yang dialami saat terbang. 

“AOT sama dengan basic hanya dia advanced tetapi ada tambahan situasi, misalnya saat cuaca buruk. Pilot bisa waspada hal-hal semacam itu,” ujar Kepala Lakespra Saryanto, Marsekal Pertama TNI dr Krismono Irwanto, MH Kes di Jakarta, Rabu. 

Sejumlah kondisi darutat yang umum dialami pilot antara lain gangguan penglihatan, gangguan pada reseptornya dan pada vestibularnya. 

“Melatih orang yang dalam keadaan tertentu kan gelap dia mengalami disorientasi. Kalau dia mengalami itu dia harus percaya instrumen. Kadang dia takut,” tutur Krismono. 
  Perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT) di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12/2018) (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)   Tampilan luar perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT) di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12/2018) (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dalam kesempatan itu, Kepala seksi pendidikan, pelatihan dan pengembangan  Lakespra Saryanto, Wardaya mengatakan, hampir tidak ada pilot yang kebal pada disorientasi arah.

Dia wajib terus mengasah kemampuan dalam orientasi arah dan ketinggian sehingga tidak hanya sepenuhnya mengandalkan pada peralatan apabila terjadi hal darurat.

“Tidak ada pilot yang kebal disorientasi. Di atas ketinggian 5000 km dpl, awan gelap. Disorientasi itu bisa visual (pandangan),  vestibular (telinga) dan reseptor. Kalau seorang pilot mau landing terlihat run away kecil itu disorientasi visual,” kata dia. 

AOT satu-satunya di Indonesia tersedia di  Lakespra Saryanto. Alat ini baru didatangkan dari Austria pada awal 2017 lalu. Tak cuma pilot berlatar belakang militer, pilot sipil juga bisa memanfaatkan alat ini untuk berlatih. 

Baca juga: Gangguan tubuh yang harus diwaspadai saat naik pesawat

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Google buat proyek Thai AI untuk atasi diabetes

Jakarta (ANTARA News) – Google mengumumkan program kecerdasan buatan (AI) di Thailand yang akan digunakan untuk memindai penyakit mata akibat diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kami punya kewajiban menggunakan AI di hal apa pun yang memungkinkan,” kata Wakil Dikrektur Urusan Global Google, Kent Walker, dikutip dari laman Reuters.

Google pada acara tersebut juga menyebutkan manfaat lain proyek AI ini, antara lain untuk penangkapan ikan ilegal di Indonesia. 

Programn di Thailand ini bekerja sama dengan rumah sakit milik negara Rajavithi Hospital, berupa studi bersama agar AI dapat memindai dengan kurasi 95 persen dalam mendeteksi penyakit, dibandingkan dengan 74 persen jika dilakukan oleh dokter mata atau ahli optik.

AI akan menganalisis hasil pemindaian pasien untuk menilai apakah orang tersebut berisiko kehilangan penglihatan sehingga pasien dapat diberikan perawatan pencegahan.

Pemerintah Thailand sudah berkamapnye mengenai hidup sehat agar tidak terkena diabetes. Pemindaian mata diabetes menjadi salah satu indikator kesehatan mereka sejak 2015.

Thailand sebagai salah satu produsen gula dunia, memiliki tingkat konsumsi gula yang tinggi diantara 69 juta penduduknya. 

Mereka hanya memiliki 1.400 dokter mata untuk 5 juta pasien diabates, kebanyakan berisiko kehilangan penglihatan, menurut Asisten Direktur Ravajithi Hospital, Paisan Ruamviboonsuk.

Program Google ini menargetkan memindai 60 persen masyarakat dalam skala nasional, mengikuti program pemerintah.

Google pada Oktober lalu menyatakan akan mengalokasikan dana 25 juta secara global tahun depan untuk program AI dalam bidang kemanusiaan dan lingkungan.

Baca juga: Google gelontorkan 25 juta dolar dana hibah AI

Baca juga: AI DeepMind dari Google mampu kenali penyakit mata

Baca juga: Google kembangkan AI suara mirip manusia

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Alat penurun suhu ban UMM raih medali di Korea

Malang (ANTARA News) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Haryo Widya Damawan meraih medali perunggu di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018 di Seoul, Korea Selatan berkat temuannya berupa alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang yang diberi nama Tyrender.

“Saya senang dan bahagia bisa mendapat apresiasi di ajang internasional ini. Alhamdulillah bisa membanggakan orang tua dan kampus,” ujar Haryo di Malang, Jawa Timur, Kamis.

Haryo mengikuti SIIF pada 6-9 Desember lalu di Seoul. Hasil karyanya harus bersaing dengan 600 lebih inovasi baru dari sekitar 30 negara yang mengikuti ajang itu. Inovasi Haryo dilirik oleh hampir 40 ribuan pasang mata yang terdiri dari peserta, pembeli, dan investor di seluruh dunia.

Selain mendapatkan medali perunggu, inovasi mahasiswa Teknik Mesin semester 5 ini juga mendapatkan Special Award dari  Association of Polish Inventors and Rationalizers.

Haryo menerangkan alat Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperatur berlebih atas hasil gesekan pada ban dengan permukaan jalan. “Fungsi finalnya, untuk memperpanjang usia ban,” tambahnya.

Lebih lanjut, mahasiswa kelahiran Makassar ini menguraikan ada beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan, yakni kondisi permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima.

Selain itu, suhu berlebih yang terjadi akibat gesekan yang dialami ban juga menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya ban mengalami penipisan.

Alat yang ia desain ini akan meminimalisasi hal tersebut. Terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis menyemprotkan air saat temperatur ban melebihi ambang batas. Dengan demikian, usia ban dapat tahan lebih lama.

Temuannya ini diklaim Haryo belum pernah dibuat inovator lain di kategori mechanical controller yang diikutinya.

Setelah suhu kembali ke batas angka normal, sambung Haryo, alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. Haryo mencontohkan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat, dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat. Alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat.

Tahun 2017, di ajang yang sama, Seoul International Invention Fair (SIIF), kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Pada 2018 ini, Indonesia mengirim 41 produk dan mendapat 1 perolehan grand prize, 10 emas, 6 perak dan 20 perunggu. Haryo turut membukukan daftar prestasi gemilang bagi UMM, juga Indonesia di kancah internasional.

 Rektor UMM, Dr Fauzan menyebut, raihan Haryo sebagai bukti komitmen UMM mencerdaskan generasi terbaik bangsa melalui teknologi dan ilmu pengetahuan. “Inilah bentuk dari implementasi tagline UMM, `Dari Muhammadiyah untuk Bangsa`, yakni sebagai bukti kontribusi UMM untuk kemajuan umat di masa mendatang,” kata Fauzan.

Baca juga: Indonesia raih medali olimpiade sains internasional di Botswana
Baca juga: Pelajar Indonesia raih tujuh medali Olimpiade Sains di Prancis
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Puri Robotics distribusikan robot layanan di Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Pusat Robot Indonesia (Puri) Robotics meramaikan industri teknologi di Indonesia sebagai distributor robot layanan atau services robot bagi berbagai bidang usaha maupun rumah tangga yang membutuhkan bantuan pelayanan.

“Puri Robotics ini khusus untuk robot services. Kami ingin menjadi pusat robot,” kata Presiden Direktur Puri Robotics, Jully Tjindrawan, saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu.

Perusahaan ini baru menghadirkan robot buatan China dan Jepang selama dua minggu belakangan ini, dengan target penggunaan di rumah sakit, restoran maupun di rumah.

Jully belum bisa menyebutkan angka, namun, robot-robot itu selain dijual juga dapat dipakai dengan sistem sewa, antara lain per hari dan per delapan jam. 

Robot layanan yang mereka sediakan antara lain tipe Snow yang dapat menjadi resepsionis di rumah sakit, hotel, dan sekolah, kemudian robot Amy yang dapat menjadi pelayan di restoran, hotel, bar, dan kafe.

Puri Robotics juga menyediakan robot Alice yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan dan pengenal wajah sehingga ketika digunakan di hotel dan restoran, misalnya, ia dapat menyapa orang yang wajahnya telah direkam.

Jully telah berkecimpung di dunia robotik Indonesia sekitar 14 tahun, selain mendistribusikan robot dia juga merencanakan Puri Robotics akan memiliki Rumah Robot Indonesia di mal Season City tahun depan.

Rumah Robot Indonesia dirancang untuk menjadi taman bermain sekaligus tempat untuk mempelajari sains dan robotikam juga teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Selain tempat belajar robot, Jully mengaku berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kurikulum robot di sekolah.

Baca juga: Kominfo dorong SDM Indonesia kuasai bidang robotik
Baca juga: Universal Robots dorong Indonesia jadi pusat manufaktur Asia

 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lomba Kapal Robot

Lomba Kapal Robot

Pelajar memeriksa kapal robot pemadam api tanpa awak (Fire Fighting Roboboat) rakitannya saat Automation Week 2018 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/12/2018). Lomba yang diikuti 76 tim pelajar SMP dan SMA sederajat dari berbagai daerah itu bertujuan menumbuhkan kreativitas serta mengenalkan teknologi otomasi perkapalan kepada para pelajar. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Facebook kembangkan mata uang kripto untuk transfer lewat WhatsApp?

Jakarta (ANTARA News) – Facebook dikabarkan sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uang lewat aplikasi WhatsApp lebih mudah.

Kabar ini mencuat setelah laporan yang dimuat Bloomberg menyatakan bahwa Facebook akan membuat mata uang kripto untuk dipakai di India agar warga negara tersebut yang bekerja di luar negeri dapat mengirim uang untuk keluarga mereka.

Kabar Facebook sedang mengembangkan mata uang kripto bergulir sejak Mei lalu, pertama kali dilaporkan oleh laman Cheddar. Saat itu, salah seorang pimpinan Facebook Messenger, David Marcus, ditunjuk untuk memimpin divisi baru tentang blockchain.

Divisi tersebut, seperti diberitakan The Verge, bertugas mencari cara baru untuk mengembangkan blockchain dalam Facebook, dimulai dari nol.

Laporan Bloomberg memuat gambaran bagaimana Facebook akan menerapkan blockchain, termasuk apa tujuan mereka mengembangkan teknologi tersebut.

Facebook dikabarkan sedang mengembangkan “stablecoin”, mata uang ini akan berbasis pada mata uang Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakstabilan yang ada di mata uang kripto.

Diperkirakan masih lama Facebook akan mengeluarkan koin ini.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mahasiswa ITS ubah cangkang keong jadi beton

Surabaya (ANTARA News) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menangkap peluang tingginya permintaan di masyarakat dengan berinovasi membuat abu cangkang keong sawah dan serbuk kapur alami menjadi beton.

Mahasiswa ITS Mohamad Ilham Fahmi ditemui bersama ketiga rekan mahasiswanya Ifon Robi Kurniadi, Ilham Pradana Kusuma dan Aditya Rachmad Andriyono di kampus ITS, Surabaya, Rabu, mengatakan inovasi tersebut didasarkan pada material lokal Indonesia yang masih melimpah, namun tidak pernah dimanfaatkan dengan baik.

Cangkang keong sawah, kata Ilham, juga mengandung kadar kalsium karbonat (CaCO3) yang sangat tinggi, sehingga dapat bereaksi sangat baik dengan semen sebagai bahan utama pembuatan beton.

“Kami memanfaatkan cangkang keong sawah, karena selama ini yang dimanfaatkan hanya dagingnya saja, sedangkan cangkangnya terbuang sia-sia,” kata Ilham.

Ketua tim Pembuatan Beton Cangkang Keong, Ifon Robi Kurniadi mengatakan batuan kapur alami yang dimiliki Indonesia saat ini masih melimpah, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Namun, katanya, masyarakat daerah itu masih belum memanfaatkan secara maksimal. Padahal manfaat kapur alami untuk berbagai produksi bahan sangatlah besar, terutama untuk campuran beton, sebab kapur alami memiliki hasil yang sangat baik dalam bereaksi dengan semen pada campuran beton.

Ifon menjelaskan produksi semen pozzoland composite cement (PPC) saat ini mencapai 2,8 miliar ton per tahun untuk produksi bahan baku beton, shingga menyumbang dua hingga enam persen dari keseluruhan emisi CO2 oleh manusia dan diprediksi akan terus meningkat. Dalam pembuatan beton, material pozzolanic menjadi campuran dari semen PPC.

Untuk mengurangi penggunaan PPC itulah, dia dan tiga rekannya yang tergabung di Tim PERFE-CT mengganti material pozzolanic dan menambahkan komposisinya menggunakan abu cangkang keong dan serbuk kapur alami.

“Selain mampu mengganti material pozzolanic, penggunaan material lokal ini juga dapat membantu perekonomian serta meminimalisir limbah yang tak ternilai,” tuturnya.

Berkat ide inovasi yang murni dan asli tersebut, konsep yang di bawah bimbingan Ridho Bayuaji ST MT PhD ini mendapat tiga penghargaan sekaligus di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) 2018 di Taiwan, awal Desember lalu, antara lain Gold Medal 2018 Kaohsiung International Invention & Design Expo.

Selain itu Award of Excellence dari Toronto Canada International Society of Innovation & Advanced Skill, dan Excellent Gold Medal dari Highly Innovative Unique Foundation Kingdom of Saudi Arabia.

Baca juga: Inovasi butuh keberpihakan regulasi

Baca juga: Desa di Trenggalek didorong kembangkan Inovasi lokal

Baca juga: Pemerintah ingin daerah bangun kekuatan ekonomi berbasis inovasi

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018